Wednesday, February 8, 2012

Awal dari ceritaku di Buanamekar

Tahun baru 2012, pikiranku cukup bercabang. Namun, pangkal dari semuanya adalah “How will I survive this KKN-thing? May I skip?”

Tanggal 2 Januari 2012 aku cukup menghabiskan waktuku untuk menikmati kota sebelum menjelma temporarily sebagai mahasiswi desa.

Lalu, datanglah tanggal keberangkatanku. Tertanggal 3 Januari 2012. Untuk kebanyakan orang mungkin hanyalah hari Rabu biasa. Namun untukku dan teman-teman dengan tanggal keberangkatan yang sama tentu merasakan letupan-letupan kecemasan yang berbalut excitement.

Aku dan teman-teman satu desa berangkat menggunakan bus yang sama. Sepanjang perjalanan aku tidak dapat memejamkan mata untuk beristirahat. Mengingat aku tidur cukup lama di malam sebelumnya. Duduk di sampingku, Amanita, kami berandai-andai apa yang akan terjadi sebulan ke depan. Lucunya, kami selalu melontarkan rencana-rencana yang diawali dengan “Sepulangnya ke Bandung nanti kita…”

Namun, siapa yang menyangka pada akhirnya kalimat itu akan berganti menjadi

“… pulang kita itu ke Buanamekar.”